Tersenyum dan tertawa adalah termasuk respon perilaku yang berfungsi sebagai sinyal kepada orang lain dengan menyebarkan emosi positif, penurunan stres, dan kontribusi ke dalam kelompok. Humor yang menimbulkan gelak tawa dapat dibagi ke dalam beberapa tahapan. Ketika mendengar sebuah lelucon, bagian pertama dari humor adalah bagian pokok, yaitu akhir yang ganjil. Bagian kedua, pikiran anda mulai untuk memecahkan masalah untuk menterjemahkan keganjilan atau kekagetan tersebut. Yang terakhir, otak dapat menilai langkah-langkah tersebut, bersatu membentuk humor dan menimbulkan sebuah respon tawa.
Neurotransmitter dopamine (sebuah kimia dalam otak) bertanggung jawab dalam mengijinkan otak melalui tahapan-tahapan humor. Dopamine memungkinkan kita merasa lebih baik ketika kita tertawa. Beberapa studi memperlihatkan suatu perbaikan dalam kesehatan bagi pasien yang menderita sakit kronis ketika di rangsang oleh sesuatu yang lucu. Jadi pepatah kuno yang berbunyi "Tertawa adalah obat terbaik" kemungkinan memang benar.
Sumber: http://goblogin.com/index.php/entertainment/230-humour/204-mengapa-kita-tertawa-untuk-sesuatu-yang-lucu