
R Ghita Intan Permatasari - Okezone
JAKARTA - Sempat menyentuh level Rp9.000 per USD, rupiah kembali menguat pada penutupan perdagangan pada level Rp8.965 per USD, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun diprediksi akan bergerak volitale kali ini.
Pengamat ekonomi, M.Doddy Ariefianto menuturkan, sampainya rupiah pada level Rp9.000-an pada perdagangan kemarin, adalah imbas dari penurunan rating kredit Italia oleh Standard & Poors, dari A positif menjadi A dengan outlook negatif.
Penurunan rating kredit Italia, menambah daftar kekahwatiran investor bahwa Yunani akan dibiarkan mengalami default atau gagal bayar. Selain itu, bukan hanya Italia yang di-downgrade, sebelumnya, berbagai negara dikawasan Erpoa seperti Irlandia dan spanyol sudah terkena downgrade lebih dulu.
Akibatnya, tidak hanya rupiah, namun sejumlah mata uang negara emerging market lainnya tampak melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut. "Kali ini rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp8.930-Rp9.030,"ungkap Doddy kepada Okezone di Jakarta, Rabu (21/9/2011).
Disisi lain, dana stabilitas sektor keuangan Eropa pun sedang berupaya untuk melakukan berbagai cara agar Yunani mengalami default. Saat ini, pemerintah eropa pun sedang 'merayu' India dan China, agar kedua negara tersebut membeli surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh negara kawasan Yunani.
"Dalam mencari pembeli obligasi itu tidak mudah. Sekarang siapa yang mau membeli surat utang dari negara yang bermasalah, seperti negara dikawasan Eropa tersebut? maka dari itu pemerintah Eropa berusaha agar negara India dan China bersedia untuk membeli obligasi tersebut," tuturnya.
"Kenapa China dan India ? karena negara tersebut dianggap perekonomiannya sedang stabil, sementara nagara seperti Jepang dan AS pun tidak akan sanggup untuk membeli obligasi tersebut," tambahnya.
Seperti diketahui, Berdasarkan data yahoofinance, Selasa (20/9/2011), rupiah menguat 80 poin dan berada di level Rp8.965 per USD dengan kisaran perdagangan Rp8.845-Rp9.090 per USD. Sementara pada awal pedagangan, rupiah bertengger di Rp9.070 per USD.
Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), mencatatkan rupiah berada di level Rp8.980 per USD dengan kisaran perdagangan Rp8.935-Rp9.025 per USD. (mrt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar